Sabtu, 20 Juli 2019

Proses kehidupan

Proses Kehidupan

           Dalam hidup banyak hal yang harus dihadapi baik hal kecil sampai ke hal terumit dan tugas sebagai manusia menjalaninya dengan istiqamah. Setiap cerita yang ada memiliki makna tersendiri yang harus bisa dipelajari untuk kehidupan yang akan datang untuk kehidupan yang lebih HIDUP. Berangkai kata dan makna yang terselinap menjadi hal yang harus dipertegas dalam hidup yang lebih sehat. Proses kehidupan itu berantai atau disebut "efek domino". kita yang memulai dan kita juga harus mengakhrirnya dengan indah dalam artian proses yang kita jalani ada arti pragmatis didalam nya sehingga bermanfaat bagi orang lain.

       setiap orang pasti akan merasakan proses kehidupan tetapi tidak semua orang yang mampu melewati prosess itu. Jangan menilai keberhasilan seseorang sebagai hasil mutlak dan mudah, tetapi kita juga harus memikirkan kembali proses yang mereka jalani tiap detik tiap menit tiap jam dan tiap nafas dalam kehidupannya yang dikorbankan itu hasil yang ia raih sekarang. bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian merupan pepatah lawas yang menjadi motivasi terbaik bagi kita yang sedang menjalani proses kehidupan.

       Bayangkanlah proses kehidupan ini seperti ketika anda sedang akan belajar menaiki sepeda. Bayangkan bahwa kejatuhan atau kegagalan anda dari sepeda tidak akan membinasakan anda. Anda hanya akan merasakan sakit yang sebentar. Paling hanya lecet-lecet yang tidak menyebabkan kematian pada diri anda. Anggap saja kejatuhan anda dari atas sepeda itu bagian dari latihan fisik anda yang akan semakin kuat, melatih mental anda untuk menjadi pemberani. Melatih kepribadian anda untuk tidak mudah putus asa dan tidak mudah mengeluh dengan sedikit rasa sakit yang anda alami sesaat sesudah terjatuh. Dan jadikan kejatuhan anda dari atas sepeda karena ketidakmampuan anda menjaga keseimbangan mental dan fisik anda saat berada di atas sepeda.
Hal yang paling penting untuk memotviasi anda, lihatlah begitu banyak orang yang mampu mengendarai sepeda dengan santainya. Banyak anak-anak kecil yang umurnya jauh lebih muda dari anda atau sebaliknya jauh lebih tua juga mampu menikmati betapa enaknya mengendarai sepeda. Doronglah diri anda untuk bersemangat karena melihat orang-orang di sekeliling anda mampu mengendarai sepeda dengan lincahnya. Meskipun mereka pernah terjatuh bahkan tergelincir, tetapi nyatanya mereka mampu menikmati kejayaan yang sekarang telah menjadikan mereka berjaya di atas sepeda.
         Gambaran ini sama persis dengan kehidupan anda. Semakin anda ragu, semakin anda takut mencoba hal-hal baru dalam hidup anda. Anda hanya akan menjadi seorang pecundang. Anda hanya akan menjadi orang yang tidak akan pernah bisa melangkah kemana-mana. Saat orang lain sudah berlarian mecapai puncak kehidupan mereka, anda masih berada di tempat dan tidak bergerak kemana-mana. Padahal, bukan karena ketidakmampuan anda yang menyebabkan kemandegan anda, tetapi jauh lebih besar disebabkan oleh ketakutan anda terhadap bayang-bayang anda sendiri. 





di sebuah kota minyak 21/07/2019(EdydarmintoNotes)

Sample Pengajuan Judul Skripsi



Lampiran I

1.    Judul
Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis”
2.    Latar Belakang Masalah
Pembangunan berencana merupakan rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang yang dilakukan secara sadar oleh sesuatu bangsa, pembangunan dilakukan masyarakat daerah pada hakekatnya di tunjukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah itu sendiri sebagaimana yang cita-cita dalam visi misi pemerintahan daerah. Untuk itu pada kegiatan pembangunan tersebut di laksanakan secara berencana dan bertahan dengan tujuan agar pembangunan nantinya benar-benar dapat di nikmati semua lapisan masyarakat
Pembangunan pedesaan yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan tidak dapat berjalan begitu saja tanpa didukung oleh partisipasi masyarakat, dalam pembangunan desa partisipasi masyarakat dibutuhkan sebagai pendukung agar pelaksanaan pembangunan dapat berhasil sebagaimana yang diharapkan. Konsep pembangunan yang partisipatif merupakan suatu proses pemberdayaan pada masyarakat yang dimaksudkan agar masyarakat mampu untuk mengidentifikasi kebutuhannya sendiri atau kebutuhan kelompok masyarakat sebagai suatu dasar perencanaan pembangunan. Adanya partisipasi masyarakat dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam menilai keberhasilan pembangunan desa. Partisipasi yang diberikan dapat berupa pemikiran, dana maupun bentuk-bentuk lain yang bermanfaat. Partisipasi masyarakat dilakukan tidak hanya pada tahap implementasi, tetapi secara menyeluruh mulai dari tahap penyusunan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pemanfaatan hasil-hasilnya.
Undang-undang No 06 tahun 2014 tentang desa pada pasal 1 butir 1 menyatakan:Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah, kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan / atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3.    Rumusan Masalah Pokok Penelitian
Namun demikian masalah-masalah Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Sungai Cingam  sebagaimana mestinya, dapat dilihat dari beberapa masalah yang penulis temukan ditempat penelitian yaitu:
1.    Masih rendahnya  partisipasi masyarakat dalam Swadaya segi pendanaan
2.    Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam memberikan pengarahan, pemikiran, dan ide-ide dalam perencanaan pembangunan Desa Sungai Cingam
3.    Masih kurang partisipasi masyarakat di Desa Sungai Cingam kecamatan rupat dalam pelaksanaan didaerahnya sendiri
Dari gejala-gejala masalah yang ada didalam pembangunan Desa Sungai Cingam yang telah diuraikan diatas, maka penulis merumuskan suatu masalah pokok dalam penelitiani ini adalah “Bagaimana Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis”
4.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.    Tujuan penelitian
a.    Untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pembangunan pada Desa Sungai Cingam Kabupaten Bengkalis
b.    Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Sungai Cingam
2.    Kegunaan Penelitian
a.    Sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi Kepala Desa untuk meningkatkan pembangunan Desa Sungai Cingam
b.    Sebagai bahan informasi dan masukan bagi peneliti lainya dalam melakukan penelitian pada kasus yang sama
c.    Sebagai perkembangan ilmu pengetahuan social khususnya Ilmu Administrasi Negara
3.    Kerangka Teori
Menurut Adisasmita ( 2006 :34 ) partisipasi atau peran serta dalam masyarakat merupakan salah satu komponen dalam pembangunan masyarakat, oleh karna itu kegiatan pembangunan erat kaitanya dengan usaha membangkitkan partisipasi masyarakat.
Menurut Yadav dalam Totok Mardikanto dan poerwoko soebianto (2015 : 82) mengemukakan tentang adanya empat macam kegiatan yang menunjukkan partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pembangunan, yaitu:
1.    Partisipasi dalam pengambilan keputusan
2.    Partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan
3.    Partisipasi dalam pemantauan dan evaluasi pembangunan
4.    Partisipasi dalam pemanfaatan hasil pembangunan
Selanjutnya Menurut Madrie dalam Mustafa (2014: 84-85) mengatakan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat tersebut dirinci oleh beliau dalam bentuk partisipasi dalam:
1.    Merencanakan dan memutuskan sendiri
2.    Menerima dan member informasi pembangunan
3.    Menyumbang material
4.    Menyumbang tenaga
5.    Memanfaatkan fasiitas yang telah dibangun
6.    Memelihara dan merawat hasil pembangunan.
4.   Metodelogi Penelitian
a.    Lokasi Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang terjadi, maka penulis tertarik melakukan penelitian Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis
b.    Populasi dan Sampel
Adapun populasi dan sampel yang penulis ambil adalah seluruh pengurus pembangunan dan masyarakat yang ada dikantor kepala Desa Sungai Cingam.





Lampiran II

1.   Judul
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA DESA SUNGAI CINGAM KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS”
2.    Latar Belakang Masalah
Pembangunan merupakan bagian integral sekaligus titik sentral dari pembangunan nasional. Pada era reformasi ini orientasi pembangunan diupayakan untuk melibatkan masyarakat dalam pelaksanaanya sebagaimana makna otonomi daerah yang diatur dalam penyelenggaraan pemerintah daerah yang telah diamanatkan undang-undang No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah pada prinsipnya  mengubah system penyelenggaraan pemerintah daerah, sehingga daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pelayanan, pemberdayaan dan peran masyarakat.
Proses pembangunan yang melibatkan masyarakat dimaksud untuk pengembangan masyarakat yang biasa dikenal dngan konsep pemberdayaan (empowerment) masyarakat. Dimana tujuannya untuk menunjukkan masyarakat yang mandiri, mampu menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada didaerahnya serta membantu masyarakat terbebas dari keterbelakangan dan kemiskinan.
Sasaran utama pembardayaan masyarakat adalah mereka yang lemah dan tidak memiliki daya, kekuatan atau kemampuan mengakses sumber daya produktif atau masyarakat yang terpinggirkan dalam pembangunan, proses pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memandirikan warga masyarakat agar dapat meninggkatkan taraf hidup keluarga dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
3.    Rumusan Masalah Pokok Penelitian
Adapun gejala masalahnya  antara lain:
1.    Masih kurangnya program pemberdayaan yang ada pada Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis
2.    Masih kurangnya program dan pembinaan yang dilakukan Kepala Desa terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis.
Berdasarkan gejala masalah tersebut, rumusan masalahnya adalah ’’Bagaimana pemberdayaan masyarakat pada Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis”
4.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
a.    Tujuan Penelitian:
1.    Untuk mengetahui pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pada Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis
2.    Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pada Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis

b.    Kegunaan Penelitian:
1.    Sebagai bahan informasi bagi Kepala Desa dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat di wilayah pemerintah Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis
2.    Sebagai bahan informasi dan masukan bagi peneliti lainnya yang melakukan penelitian tentang permasalahan yang sama dimasa yang akan datang.
5.    Kerangka Teori
Menurut World Bank dalam Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebiato (2015: 28) mengartikan pemberdayaan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan dan kemampuan kepada kelompok masyarakat (miskin) untuk mampu dan berani bersuara (voice) atau menyuarakan pendapat, ide atau gagasan-gagasannya, serta kemampuan dan keberanian untuk memilih (choice) sesuatu (konsep, metode, produk, tindakan, dll.) yang terbaik bagi pribadi, keluarga dan masyarakatnya.
Selanjutnya menurut Totok Mardikanto dan Sumadyo dalam Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebiato (2015:113-117) lingkup kegiatan pemberdayaan masyarakat meliputi:
1.    Bina Manusia
2.    Bina Usaha
3.    Bina Lingkungan
4.    Bina Kelembagaan
6.    Metodologi Penelitian
1.    Lokasi Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang terjadi, maka penulis memilih lokasi penelitian pada Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis.
2.    Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah Kepala Desa, Kepala UPTD dan kelompok masyarakat yang ada di Kantor Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis.














Lampiran III

1.    Judul
 ANALISIS STANDAR PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA SUNGAI CINGAM KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS “
2.    Latar Belakang Masalah
Penyelenggaraan Otonomi Daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu Otonomi daerah juga memberikan arti penting bahwa pelayanan dapat disegerakan dan dicepat selesaikan dengan alur birokrasi yang lebih ringkas yang diatur oleh pemerintah melalui kebijakan Otonomi Daerah.
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pemerintah Daerah merupakan Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Otonom, sedangkan Pemerintahan Daerah adalah Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut Asas Otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip Otonomi seluas-luasnya dalam Sistem dan Prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selanjutnya Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa dalam pasal 1 disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak teradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.    Rumusan Masalah Pokok Penelitian
Dari hasil observasi awal yang dilakukan pada Kantor Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis ditemukan gejala permasalahan, yaitu :
1.    Masih adanya Pelaksanaan Pengurusan tidak sesuai dengan standar waktu
2.    Masih kurang maksimalnya pelaksanaan  pelayanan kepada masyarakat.
3.    Terdapat kurangnya sarana dan prasaranan dalam memberikan pelayanan.
Berdasarkan dari gejala permasalahan dan uraian diatas tersebut maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu :
“Bagaimana Standar Pelayanan Publik Pada kantor desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis “.
4.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
a.    Tujuan Penelitian
1.    Untuk mengetahui Standar Pelayanan Publik pada kantor desa Sungai Cingam Kecamatan rupat Kabupaten Bengkalis.
2.    Untuk mengetahui cara memaksimalkan pelayanan publik  pada Kantor Desa Sungai Cingam Kecamatan rupat Kabupaten Bengkalis Kegunaan Penelitian
3.    Untuk mengetahui sarana dan prasarana dalam memberikan pelayanan pada kantor Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis
b.    Adapun kegunaan penelitian
1.    Sebagai masukan dan bahan informasi bagi pihak yang memerlukan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2.    Sebagai bahan tambahan dan menambah pengetahuan penulis dalam pelaksanaan pelaksaan  pelayanan publik
5.    Kerangka Teori
Pelayanan public menurut sinambela dkk (2010: 128) adalah sebagai setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah sejumlah manusia yang memiliki setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.
Selanjutnya menurut Komarudin (2014 : 29-30) standar pelayanan, sekurang-kurangnya meliputi :
1.    Prosedur pelayanan
Prosedur pelayanan yang dilakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan termasuk pengaduan.
2.    Waktu pelayanan
Waktu penyelesaian yang ditetapkan sejak saat pengajuan permohonan sampai dengan penyelesaian pelayanan termasuk pengaduan.
3.    Biaya pelayanan
Biaya/tarif pelayanan termasuk rinciannya yang ditetapkan dalam proses pemberian pelayanan.
4.    Produk pelayanan
Hasil pelayanan yang akan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
5.    Sarana dan prasarana
Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai oleh penyelenggara pelayanan public.
6.    Kompetensi petugas pemberi pelayanan
Kompetensi petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan.
6.    Metodelogi Penelitian
a.    Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian berada pada Kantor Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis
b.    Populasi dan Sampel
Adapun populasi dan sampel yang penulis ambil adalah Kepala Desa, seluruh Tenaga honorer dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan pada Desa  Sungai Cingam Kecamatan rupat Kabupaten Bengkalis.